Gunung Merbabu adalah gunung berapi tipe stratovulkan yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia, dengan ketinggian 3.145 meter di atas permukaan laut. Gunung ini secara administratif berada di Kabupaten Boyolali, Magelang, dan Semarang.
Nama "Merbabu" berasal dari bahasa Jawa yang berarti "tempat abu". Gunung ini memiliki beberapa puncak utama yaitu Puncak Syarif (3.119 mdpl), Puncak Kentengsongo (3.142 mdpl), dan Puncak Triangulasi (3.145 mdpl) sebagai yang tertinggi.
Kawasan ini ditetapkan sebagai Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) pada tahun 2004, melindungi ekosistem hutan alam yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air bagi wilayah sekitarnya.
Jalur paling populer dan paling sering dipilih pendaki. Menawarkan pemandangan savana yang luar biasa, serta pemandangan Gunung Merapi yang bersebelahan. Terdapat beberapa pos istirahat yang terawat.
Jalur via Dusun Wekas yang terkenal lebih curam dan menantang. Cocok untuk pendaki berpengalaman. Pemandangan di sepanjang jalur sangat memukau dengan tebing-tebing curam.
Jalur dengan vegetasi lebat dan suasana hutan yang lebih kental. Cocok bagi yang menyukai nuansa alam yang hijau dan sejuk. Jalur ini juga menghubungkan ke Jalur Wekas di bagian atas.
Jalur terbaru yang dibuka dan memiliki karakteristik trek yang unik. Jalur ini cukup terjal namun menawarkan panorama yang berbeda dari jalur lainnya.
Jalur klasik tertua yang melewati Kopeng, Semarang. Medan relatif lebih landai dibanding jalur lain, cocok untuk pendaki pemula yang ingin mencoba mendaki Merbabu.
Lakukan latihan fisik minimal 2 minggu sebelum pendakian. Joging, hiking bukit, atau naik-turun tangga sangat membantu meningkatkan stamina.
Jaket tebal, rain cover, sleeping bag, headlamp, matras, tenda (jika bermalam), P3K, dan logistik yang cukup adalah perlengkapan wajib.
Daftar melalui sistem SIMAKSI (Sistem Informasi Manajemen Kawasan) Taman Nasional Gunung Merbabu. Wajib membawa KTP asli.
Waktu terbaik mendaki adalah pada musim kemarau (April-Oktober). Hindari mendaki saat musim hujan karena jalur licin dan berbahaya.
Jaga kebersihan, bawa turun semua sampahmu, jangan merusak tanaman, dan hormati sesama pendaki serta pengelola kawasan.
Simpan nomor kontak Taman Nasional dan Basarnas. Beritahu keluarga atau teman rencana pendakianmu sebelum berangkat.